Minggu, 24 Juni 2012

Kejar Daku Kau Kutilang

Sesuai janji gue, ini merupakan lanjutan dari postingan Rainbow Cake Ttaemun-e
Tanggal 22 Juni kemaren, gue sdh bela2in panas2 gak ada hujan gak ada angin, dtg ke kantor polisi buat nembus SIM gue yg kena tilang. Jam 3 sore gue sdh stand by di depan kantor polisi. 
Gue nanya polisi yg lagi nongkrong di luar:
"Pak, tempat nebus SIM dimandong ye??"
Pak Polisi 1: "Itu lurus aja ke dalam, ada tulisan Posko"
Gue: "Ooo.. yg di dalam itu ya pak?" (sambil nunjuk ke dalam) 
Pak Polisi 1: "Yo'i"
Gue: "Makasiong paaaak"
Gue langsung ngacir ke Posko (Penebusan SIM). Pas masuk ke dalem kantornya yg nan kecil bin sederhana dan dipenuhi oleh polisi2 itu, gue ditanya maksud dan tujuan gue kesono.
Pak Polisi 2: "Kenapa, Mbak?"
Gue: "Mau nebus SIM, pak"
Pak Polisi 2: "Silahkan duduk"
Gue langsung duduk di depan Pak Polisi 2 tersebut
Pak Polisi 2: "Kapan ditilang?"
Gue: "Minggu lalu, pak" (sambil ngeluarin surat tilang)
Pak Polisi 2: "Kena tilang dimana?" (sambil ngeliatin surat tilang gue)
Gue: "Ini dibelakang sini, pak"
Pak Polisi 2: "Ini SIMnya sudah saya kirim ke pengadilan tadi pagi. Harusnya diambil di pengadilan"
Gue: "Haaah??!" (mulut gue langsung menganga luebaar)
Gue: "Waaahh... Saya pikir ambil disini, pak. Waktu saya ditilang katanya ngambil disini"
Pak Polisi 2: "Harusnya habis ditilang atau 2-3 hari langsung ambil kesini. Kalau sudah seminggu ya dibawa ke pengadilan"
Gue: "Walaaah pak...saya gak dikasi tau eeh" *pura2 bego* (aslinya emg rada bego siih...)
Pak Polisi 2: "Ya ini sampean langsung ambil ke sini aja" (sambil nulis alamat)
Gue: "Ya udeh deh paak....Makasiong... Daaaaaggg"

Gue langsung ninggalin posko dengan berlinangan air liuur......

Pesan yg dpt diambil dr cerita ini:
1. Tidak ada yg sia2
Emang gue ga bisa nebus SIM gue, tp gue dapet E-KTP gue yg udah jadi. Berhubung kantor polisinya satu komplek sama kantor kecamatan, jd gue langsung skalian ngambil E-KTP gue yg udah jadi dr delapan hari yg lalu (emang gue sengaja barengin sama tanggal ambil SIM sih hahaha). Jadi gue ga perlu bolak balik kesana.
2. Mintalah surat tilang yg warna biru (perlu dibuktikan)
Konon katanya, klo kita kena tilang nih, mintalah surat tilang warna biru, itu artinya kita mengakui kesalahan kita dan denda bisa di transfer melalui ATM dan uang denda langsung masuk ke kas negara. Bukti transfer dipakai untuk menebus SIM yg ditahan polisi, tidak perlu mengikuti pengadilan. Sedangkan biasanya mayoritas polisi ngasi surat tilang warna merah. Gue sendiri dikasi yg warna merah. Itu artinya kita tidak mengakui kesalahan kita dan harus mengikuti pengadilan. Waktu di pengadilan ini, kita rawan kena pungli (pungutan liar), karena banyak calo yg menawarkan jasa pengambilan, maupun oknum2 tertentu yg meminta bayaran diluar biaya denda tilang.
Untuk pesan yg ke-2 itu masih perlu pembuktiannya. Lain kali klo gue ditilang, gue bakal minta yg warna biruuu *klo inget sih*

Tidak ada komentar: